INOVASI BKL (QURO'ATUL QUR'AN & BACA TULIS / QQ CAT
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang benkonsentrasi pada pengajaran dan pengembangan pendidikan agama islam. Sama dengan lembaga pendidikan lain, akan tetapi lembaga pendidikanpesantren memiliki ciri khas khusus yang menjadikan pondok pesantren berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Menurut para ahli, pasantren baru disebut pesantren bila memenuhi lima syarat yaitu: ada kyai, ada pondok, ada masjid, ada santri, dan ada pengajaranmembaca kitab kuning.(Tafsir 2010, 191)Bukansebagai syarat bagi lembaga pendidikan yang akan dilabelisebagai pondok pesantren. Akan tetapi hal tersebut merupakan ciri yang melekat erat pada pondok pesantren.Utamanya pada pondok pesantren yang belum tercampur ilmu modern dan tetap menggunakan kebijakan pendidikan mandiri. Sedangkan untuk pondok pesantren memiliki 5 model pembelajaran, dari yang sederhana sampai yang paling maju. Diantaranya sebagai berikut:(Rokhlinasari 2014, 447)1.Pesantrennyaterdiri dari masjid dan rumah pengasuh.2.Pesantrennyaterdiri darimasjid, rumah pengasuh, dan pondok untuksantri.3.Pesantrennyaterdiri darimasjid, rumah pengasuh, dan pondok untuksantri dan madrasah(baik formal maupun non-formal).4.Pesantrennyaterdiri darimasjid, rumah pengasuh, dan pondok untuksantri dan madrasahsertapondok untuk pelatihanketerampilan.5.Pesantrennyaterdiri darimasjid, rumah pengasuh, dan pondok untuksantri,madrasah, pondok untuk pelatihanketerampilan, dan perguruan tinggi agama maupun umum.
Proses inovasi pendidikan adalah serangkaian aktifitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi) inovasi pendidikan.(Sa’ud and Makmun 2009, 45)Proses inovasipendidikan memilikiperanan penting karena mancakup segala hal yang berhubungan dengan inovasi pendidikan. Dalam aktifitas atau proses inovasi pendidikan yang dilakukan oleh setiap organisasi tentu berbeda dengan organisasi lainnya. Hal tersebut dikarenakan kemampuan tenaga ahli, dana yang tersedia danmotivasi untuk menuju tujuan dari inovasi pendidikan.Adapun proses inovasi pendidikan mempunyai empat tahapan, di antaranya:a.Invention(Penemuan)b.Development(Pengembangan)c.Diffusion(Penyebaran)d.Adoption(Penyerapan).(Kristiawan and Et.al 2018, 14–15)